Tidak Mau Di Sunat, Resiko Ini Bisa Mengancam Anda

Posted on Mar 28, 2017 by Administrator

Tidak Mau Di Sunat, Resiko Ini Bisa Mengancam Anda

resiko sunat

Sunat merupakan salah satu tradisi yang telah mendarah daging di dunia, bahkan dalam agama Islam sunat ataupun khitan merupakan suatu hal yang wajib dilakukan sebelum menginjak usia balig.

Sunat luser adalah memotong bagian kulup yang menutupi kepala Mr P sehingga tidak ada lagi sisa air urin yang tertahan dan dengan demikian sunat menjadikan tubuh pria terbebas dari najis, namun sebenarnya masih banyak lagi manfaat sunat bagi kesehatan pria.

Manfaat sunat bagi kesehatan tubuh adalah: mengurangi risiko terkena infeksi saluran kemih, mengurangi infeksi menular seksual, mencegah terjadinya masalah pada Mr P hingga mencegah kanker pada Mr P dll.

Tidak Mau Di Sunat, Resiko Ini Bisa Mengancam Anda

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa sunat memiliki sejuta manfaat bagi kesehatan tubuh, sehingga banyak pria yang akan melakukan sunat.

Biasanya sunat dilakukan saat seorang anak masih duduk di bangku sekolah dasar, namun bisa saja dilakukan pada usia remaja dan semua itu tergantung tradisi di suatu tempat karena bisa saja berbeda-beda.

Namun, apakah Anda tahu bahwa ternyata jika pria tidak disunat bisa beresiko terkena berbagai macam penyakit yang bisa saja mengancam kesehatan Anda?

Karena Mr P yang tidak disunat di Klinik Gracia Cideng akan membutuhkan perawatan ekstra. Anda harus benar-benar membersihkan Mr P Anda dengan benar. Tarik preputium sampai berada di posisi yang nyaman dan bersihkan kepala Mr P yang terlihat sampai bersih. Setelah membersihkannya, pastikan tidak ada residu sabun yang tersisa karena sabun bisa menyebabkan iritasi pada kulit sensitif di kepala Mr P.

Sehingga Mr P yang tidak disunat lebih rentan terhadap bakteri atau penyakit tertentu, sehingga kebersihannya harus benar-benar diperhatikan. Jika tidak, maka laki-laki yang tidak disunat bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti:

Penyakit Menular Seksual

penyakit hivResiko pertama bagi seorang pria yang tidak disunat lebih berisiko mengalami gonore dan peradangan pada uretra. Penyakit menular seksual lainnya, seperti sifilis atau penyakit raja singa, human papillomavirus, herpes simplex, juga lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

Selain itu, adanya preputium pada pria yang tidak disunat juga merupakan faktor risiko utama untuk infeksi HIV. Bahkan pria yang tidak disunat memiliki risiko HIV sebesar 2-8 kali lebih besar dibandingkan dengan pria yang disunat.

Hal ini bisa terjadi karena pertumbuhan bakteri yang menyebabkan penyakit menular seksual lebih rentan terjadi pada pria yang tidak disunat. Penghilangan preputium atau sunat dapat melindungi pria dari berbagai penyakit menular seksual ini.

Kanker Penis

Kanker penis bisa terjadi pada pria yang tidak disunat, dan bisa menyebabkan kematian sebesar 25%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang disunat saat baru lahir tidak ada yang menderita kanker penis. Selain kanker penis, pria yang tidak disunat juga bisa menderita kanker prostat dengan kemungkinan 50-100% lebih besar daripada pria yang disunat.

Peradangan dan Infeksi Pada Mr P

Mr P yang tidak disunat dapat mengalami berbagai peradangan, seperti peradangan pada kepala Mr P (balanitis), peradangan pada preputium.

Pria yang tidak disunat juga bisa mengalami fimosis, yaitu ketidakmampuan preputium untuk ditarik kembali ke belakang, dan parafimosis, yaitu kondisi Mr P terjepit karena preputium yang tidak dapat kembali ke posisi normal.

Kondisi ini biasa terjadi pada Pria yang tidak disunat dan sangat jarang terjadi pada Pria yang telah disunat karena preputium sudah dihilangkan.

Lalu, Apakah Sunat Sangat Diperlukan Bagi Pria?

Seperti yang sudah Anda baca di atas bahwa manfaat sunat lebih banyak dibandingkan dengan kerugiannya dari sisi kesehatan oleh karena itu sunat sangat diperlukan bagi pria karena bisa mencegah pria dari berbagai macam penyakit.

Bahkan menurut The American Academy of Pediatrics (AAP) juga telah menemukan bahwa manfaat kesehatan dari sunat pada bayi pria yang baru lahir lebih besar dibandingkan dengan risikonya dan semoga saja artikel ini dapat menambah wawasan Anda.

 

No tags added.